Andri’s Blog

It Is not Hard Become Kind

Porifera

Kata Porifera berasal dari bahasa Latin, porus yang berarti lubang kecil atau pori dan ferre yang berarti mempunyai. Jadi, Porifera dapat diartikan hewan yang memiliki pori pada struktur tubuhnya.

Porifera merupakan hewan bersel banyak (metazoa) yang paling sederhana. Sebagian besar hewan ini hidup di laut dangkal, sampai kedalaman 3,5 meter, dan hanya satu suku (familia) yang hidup di habitat air tawar yaitu Spongilidae. Porifera mempunyai bentuk tubuh menyerupai vas bunga atau piala dan melekat pada dasar perairan. Tubuhnya terdiri dari dua lapisan sel (diploblastik) dengan lapisan luar (epidermis) tersusun atas sel-sel berbentuk pipih, disebut pinakosit. Pada epidermis terdapat porus/lubang kecil disebut ostia yang dihubungkan oleh saluran ke rongga tubuh (spongocoel). Sedangkan lapisan dalam tersusun atas sel-sel berleher dan berflagel disebut koanosit yang berfungsi untuk mencernakan makanan.

Diantara epidermis dan koanosit terdapat lapisan tengah berupa bahan kental yang disebut mesoglea atau mesenkim. Di dalam mesoglea terdapat beberapa jenis sel, yaitu sel amubosit, sel skleroblas, dan sel arkheosit. Sel amubosit atau amuboid yang berfungsi untuk mengambil makanan yang telah dicerna di dalam koanosit. Sel skleroblas berfungsi membentuk duri (spikula) atau spongin. Spikula terbuat dari kalsium karbonat atau silikat. Sedangkan spongin tersusun dari serabut-serabut spongin yang lunak, berongga seperti spon.

Sedangkan sel arkheosit berfungsi sebagai sel reproduktif, misalnya pembentuk tunas, pembentukan gamet, pembentukan bagian-bagian yang rusak dan regenerasi.

Gambar 1. (a) dan (b) struktur tubuh porifera, serta (c) koanosit

Gambar2. Macam-macam bentuk spikula

Gambar2. Macam-macam bentuk spikula

Makanan Porifera berupa partikel zat organik atau makhluk hidup kecil yang masuk bersama air melalui pori-pori tubuhnya. Makanan akan ditangkap oleh flagel pada koanosit. Selanjutnya makanan dicerna di dalam koanosit. Dengan demikian pencernaannya secara intraselluler. Setelah dicerna, zat makanan diedarkan oleh sel-sel amubosit ke sel-sel lainnya. Sedangkan zat sisa makanan dikeluarkan melalui oskulum bersama sirkulasi air.

Porifera berkembangbiak secara aseksual dan seksual. Pembiakan secara aseksual dengan pembentukan tunas (budding). Tunas atau budding yang dihasilkan kemudian memisahkan diri dari induknya dan hidup sebagai individu baru, atau tetap menempel pada induknya sehingga menambah jumlah bagian-bagian dari kelompok Porifera. Sedangkan pembiakan secara seksual berlangsung dengan persatuan antara sel telur dan spermatozoid, dan menghasilkan zigot yang selanjutnya berkembang menjadi larva berflagel. Larva tersebut dapat berenang dan keluar melalui oskulum. Bila menemukan tempat yang sesuai, larva akan menempel kemudian tumbuh menjadi Porifera baru.

Untuk mengenal lebih jauh tentang Porifera, cobalah sekali waktu Anda berwisata ke pantai. Perhatikan hewan-hewan kecil yang melekat pada dasar perairan. Bila bentuk tubuhnya seperti vas bunga/piala, pasti hewan tersebut adalah Porifera.

Tipe-Tipe Porifera

Berdasarkan sistem saluran air yang terdapat pada Porifera, hewan ini dibedakan atas tiga tipe tubuh, yaitu tipa Ascon, Sycon, dan Rhagon.

  • Tipe Ascon
    Tipe Ascon merupakan tipe Porifera yang mempunyai sistem saluran air sederhana. Air masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lalu keluar melalui oskulum. Contoh tipe Ascon misalnya Leucoslenia.
  • Tipe Sycon
    Tipe Sycon merupakan Porifera yang mempunyai dua tipe saluran air, tetapi hanya radialnya yang mempunyai koanosit. Air masuk melalui pori ke saluran radial yang berdinding koanosit (spongocoel) keluar melalui oskulum, misalnya Scypha.
  • Tipe Rhagon (Leucon)
    Tipe Rhagon merupakan Porifera dengan tipe saluran air yang paling kompleks/rumit. Porifera ini mempunyai lapisan masoglea yang tebal dengan sistem saluran air bercabang-cabang. Koanosit dibatasi oleh suatu rongga yang bersilia berbentuk bulat. Air masuk melalui pori (saluran radial yang bercabang-cabang) keluar melalui oskulum. Misalnya Euspongia dan Spongida.
Gambar 3. Beberapa sistem saluran pada Porifera

Gambar 3. Beberapa sistem saluran pada Porifera

Klasifikasi Porifera

Berdasarkan atas kerangka tubuh atau spikulanya, Porifera dibagi menjadi tiga kelas, diantaranya:

  1. Kelas Calcarea
    Kerangka tubuh kelas Calcarea berupa spikula seperti duri-duri kecil dari Kalsium Karbonat. Misalnya Scypa, Grantia, dan Leucosolenia.

  1. Kelas Hexatinellida
    Kerangka tubuh kelas Hexatinellida berupa spikula yang mengandung Silikat atau Kersik (SiO2). Bentuk tubuh umumnya berbentuk silinder atau corong. Misalnya Euplectella aspergilium.

  1. Kelas Demospongia
    Kerangka tubuh kelas Demospongia terbuat dari spongin saja, atau campuran spongin dan zat kersik. Misalnya Euspongia sp dan Spongilla sp.

Contoh-contoh porifera

Contoh2 Porifera

Nemathelmintes

Nemathelminthes berasal dari kata Nemathos yang berarti benang, dan Helminthes yang berarti cacing. Jadi pengertian Nemathelminthes adalah cacing yang berbentuk benang atau gilig.

Ciri-Ciri Nemathelminthes

  • Tubuh berbentuk gilig atau seperti batang dan tidak bersegmen, mempunyai selom semu (pseudoselomata), tripoblastik. Permukaan tubuh dilapisi kutikula sehingga tampak mengkilat.
  • Saluran pencernaan sempurna mulai dari mulut sampai anus. Beberapa jenis diantaranya memiliki kait.
  • Sistem respirasi melalui permukaan tubuh secara difusi.
  • Saluran peredaran darah tidak ada, tetapi cacing ini mempunyai cairan yang fungsinya menyerupai darah.
  • Alat kelamin terpisah, cacing betina lebih besar dari cacing jantan dan yang jantan mempunyai ujung berkait. Gonad berhubungan dengan saluran alat kelamin, dan telur dilapisi oleh kulit yang terbuat dari kitin. Hewan ini tidak berkembangbiak secara aseksual

  • Sebagian besar hewan ini hidup bebas dalam air dan tanah, tetapi ada juga sebagai parasit dalam tanah, yakni merusak tanaman atau dalam saluran pencernaan hewan Vertebrata.

Contoh-Contoh Nemathelminthes

  • Ascaris lumbricoides (cacing gelang)
  • Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
  • Enterobius atau Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
  • Filaria atau Wucheria bancrofti (penyebab kaki gajah)

Ascaris lumbricoides (cacing gelang/cacing perut)

Telur dapat termakan oleh manusia melalui makanan yang terkontaminasi dan menetas di usus. Kemudian larva menembus dinding usus, masuk dalam peredaran darah menuju paru-paru. Dari paru-paru, larva keluar dan sampai ke faring. Bila tertelan akan masuk ke usus halus dan berkembang biak sampai dewasa di sana. Infeksi cacing ini dengan cara pasif. Cacing ini akan menghisap makanan di usus manusia. Berikut adalah darur hidup dari Ascaris lumbricoides:

Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang)

Cacing tambang ada dua macam yaitu Ancylostoma duodenale (terdapat di daerah tropika Asia dan Afrika), dan Necator americanus (terdapat di daerah tropika Amerika)

Adapun ciri-ciri dan sifat dari cacing tambang yaitu, cacing ini parasit dalam usus manusia, tubuh berukuran 1 - 1,5 cm dengan mulut yang mempunyai kait berupa gigi dari kitin yang dapat melekat dan melukai dinding usus inangnya. Cacing ini menghisap darah inang, sehingga inang akan mengalami anemia (kekurangan darah). Penyakit karena cacing tambang ini dikenal dengan Ankylostomiasis.

Cacing tambang memiliki daur hidup seperti berikut, telur keluar bersama feses dari dalam usus manusia. Di tempat lembab dan becek, telur menetas menjadi larva yang disebut rhabditiform. Kemudian larva ini berubah menjadi filariform yang dapat menembus kulit kaki dan masuk ke dalam tubuh manusia mengikuti aliran darah, menuju jantung, paru-paru, faring, tenggorok, kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus. Peristiwa ini disebut infeksi aktif. Di dalam usus, larva menjadi cacing dewasa yang siap menghisap darah kembali. Selain dengan cara infeksi aktif, dapat pula terjadi infeksi pasif yaitu bila kista (larva berdinding tebal) tertelan bersama makanan. Perhatikan bagan daur hidup cacing tambang berikut ini!

Minilyric

Minilyric merupakan suatu program yang dapat menampilkan lirik sebuah lagu yang sedang dimainkan oleh program lain. Program ini terintegrasi dengan banyak program pemutar musik populer seperti Winamp, Windows Media Player, RealPlayer, KMPlayer, iTunes, MUSICMATCH JukeBox, jetAudio, Foobar2000, QCD Player, AIMP2, J. River Media Jukebox&Media Center, MediaMonkey, Yahoo! Music Jukebox, BSPlayer, dan XMPlay. Program ini dapat menampilkan lirik dalam format *.lrc. Selain itu, program ini terintegrasi dengan AVS Plugin Winamp dan juga terinegrasi dengan WIndows Media Player. Untuk membuat file lrc, kita bisa menggunakan LyricEditor yang juga merupakan program bawaan dari minilyrics tersebut.

Tampilan dari Lirik Editor

Dalam pencarian lirik, program ini akan mencari di folder defaultnya yaitu di C:\Lyrics, selain itu, program ini dapat melakukan pencarian lirik di internet jika kita tidak mempunyai file lrc-nya. Program ini gratis (freeware) dan dapat diunduh di http://www.crintsoft.com/.

Minilyric yang Terintegrasi dengan Winamp

Minilyric yang Terintegrasi dengan Winamp

Minilyric yang terintegrasi dengan AVS Winamp

Minilyric yang terintegrasi dengan AVS Winamp

Minilyric yang terintegrasi dengan Windows Media Player

Minilyric yang terintegrasi dengan Windows Media Player

Mencegah Klik Kanan Mouse Pada Halaman Web

Jika kita tidak ingin sesuatu yang ada di halaman web kita diambil oleh orang, misalnya mengambil gambar dengan klik kanan lalu pilih ‘Save Picture As’, kita bisa mencegahnya dengan membuat halaman web kita tidak bisa diklik kanan, caranya adalah dengan menyisipkan kode JavaSript berikut ke halaman web yang akan kita buat:

Pada bagian ‘var popup=…’ bisa diisi dengan pesan yang akan muncul jika ada yang mengklik kanan pada halaman web Anda, dan HARUS diketik menjadi satu baris tidak seperti contoh diatas. Tanda ‘\n’ berarti ganti baris.

Seperti inilah hasil dari skrip diatas

Membuat Foto Anyaman

1. Buka potosop. Start -> All Programs -> Adobe Photoshop CS (klik)

Foto Anyaman

Foto Anyaman

2. Buka foto yg akan diedit. Disini saya memakai foto temen2 sma waktu acara perpisahan di lembang.

3. Untuk memudahkan pembuatan anyaman, tampilkan grid dengan cara klik view -> Show -> Grid

4. Kemudian atur gridnya dengan cara Edit -> Preference -> Guides, Grid & Slice


Pengaturan diatas tidaklah baku tetapi tergantung dari ukuran foto yang akan diedit. Jadi kalau ukuran fotonya lain ya pengaturan gridnya lain lagi.

5. Duplikat dua kali layer background (tekan [ctrl]+[J] 2x)
6. Ubah nama layer menjadi horizontal dan  vertikal


7. Ubah layer background menjadi hitam (tekan alt+backspace (syaratnya foreground harus hitam))


8. Buat kotak-kotak di layer horizontal memakai marquee tool (tekan SHIFT untuk membuat kotak lainya)

9. Kemudian klik Add vector mask


10. Lakukan hal yang sama pada layer vertikal


11. Kemudian hilangkan kembali gridnya [ctrl+']
12. Tekan CTRL+Klik layer mask ‘Horizontal’ lalu tekan CTRL+ALT+SHIFT+Klik layer mask vertikal

13. Sambil menekan ALT hapus seleksi-seleksi dibawah ini menggunakan rectangel marquee tool, sehingga diperoleh hasil seperti ini (pada layer horizontal)


14. Salin seleksi yang sudah jadi dg menekan CTRL+J


15. Kemudian ulangi langkah 12-14, tapi yang dihapus adalah kebalikannya (pada layer vertikal)


16. Kemudian pilih layer baru tadi (layer 2), lalu tekan CTRL+ALT+G (Cliping mask), begitupun dengan layer 1


17. Lalu klik kanan pada layer 1 pilih blending option


Kemudian atur seperti berikut:


18. Lakukan hal yang sama pada layer 2.
19. Hasilnya adalah seperti ini

fotoanyaman15.jpg

Arthopoda

Arthopoda


Ciri-ciri Arthropoda

  • Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen).
  • Bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik, terlindung oleh rangka luar dari kitin.
  • Alat pencernaan sempurna, pada mulut terdapat rahang lateral yang beradaptasi untuk
    mengunyah dan mengisap. Anus terdapat di bagian ujung tubuh.
  • Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung terletak di daerah dorsal (punggung)
    rongga tubuh.
  • Sistem pernafasan
    Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat
    bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea.
  • Sistem saraf berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera.
  • Arthropoda memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat
    peraba, mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada insecta)
    dan statocyst (alat keseimbangan) pada Curstacea.
  • Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpighi.
  • Alat reproduksi, biasanya terpisah. Fertilisasi
    kebanyakan internal (di dalam tubuh).

Klasifikasi Arthoproda

Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, Arthropoda dikelompokkan menjadi 4
kelas, yaitu:

  1. Kelas Crustacea (golongan udang).
    Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air
    tawar. Ciri-ciri crustacea adalah sebagai berikut:

    • Struktur Tubuh
      Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks
      (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian anterior
      (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung
      belakang)nya sempit. Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:

      1. Dua pasang antena
      2. Satu pasang mandibula, untuk menggigit mangsanya
      3. Satu pasang maksilla
      4. Satu pasang maksilliped
        Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan
        menghantarkan makanan ke mulut. Alat gerak berupa kaki (satu pasang
        setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi untuk berenang, merangkak atau
        menempel di dasar perairan.
        Arthopoda
        Gambar 1. Struktur tubuh Crustacea.
    • Sistem Organ
      1. Sistem Pencernaan
        Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan.
        Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan
        esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior. Hewan ini
        memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala-dada di kedua
        sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui
        alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.
      2. Sistem Saraf
        Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Ganglion otak
        berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba), statocyst
        (alat keseimbangan), dan mata majemuk (facet) yang bertangkai.
      3. Sistem Peredaran Darah
        Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka.
        Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak
        mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap
        O2 (oksigen) rendah.
        Arthopoda
        Gambar 2. Struktur dalam Crustacea
      4. Sistem Pernafasan
        Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali
        Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh
        permukaan tubuhnya.
      5. Alat Reproduksi
        Alat reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa
        Crustacea rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasangan
        kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki
        kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh).

      Dalam pertumbuhannya, udang mengalami ekdisis atau pergantian
      kulit. Udang dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan udang
      yang masih muda mengalami ekdisis dua minggu sekali. Selain itu udang
      mampu melakukan autotomi (pemutusan sebagian anggota tubuhnya). Misalnya:
      udang akan memutuskan sebagian pangkal kakinya, bila kita menangkap udang
      pada bagian kakinya. Kemudian kaki tersebut akan tumbuh kembali melalui
      proses regenerasi.

    • Klasifikasi Crustacea
      Berdasarkan ukuran tubuhnya Crustacea dikelompokkan sebagai berikut:

      1. Entomostraca (udang tingkat rendah)
        Kelompok Entomostraca umumnya merupakan penyusun zooplankton,
        adalah melayang-layang di dalam air dan merupakan makanan ikan. Adapun
        pembagian ordo yang termasuk Entomostraca antara lain:

        • Branchiopoda
          Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus.
          Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu
          penyusun zooplankton. Pembiakan berlangsung secara
          parthenogenesis.
          arthopoda5.jpg
          Gambar 3. Contoh : Branchiopoda
        • Ostracoda
          Contoh: Cypris candida, Codona suburdana.
          Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan
          dapat bergerak dengan antena.
          Arthopoda
          Gambar 4. Contoh Ostracoda
        • Copecoda
          Contoh: Argulus indicus, Cyclops. Hidup di air
          laut dan air tawar, dan merupakan plankton dan parasit,
          segmentasi tubuhnya jelas.
          Arthopoda
          Gambar 5. Contoh Copecoda
        • Cirripedia
          Contoh: Lepas atau Bernakel, Sacculina. Tubuh dengan
          kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup
          di laut melekat pada batu atau benda lain. Cirripedia
          ada yang bersifat parasit. Cara hidup Cirripedia
          beraneka ragam. Salah satu diantaranya adalah Bernakel yang
          terdapat pada dasar kapal, perahu dan tiang-tiang yang
          terpancang di laut atau mengapung di laut.
          Arthopoda
          Gambar 6. Bernakel
      2. Malakostraca (udang tingkat tinggi)
        Hewan ini kebanyakan hidup di laut, adapula yang hidup di air tawar.
        Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan dada yang bersatu
        serta perut (abdomen). Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo, yaitu
        Isopoda, Stomatopoda dan Decapoda.

        • Isopoda
          Tubuh pipih, dorsiventral, berkaki sama. Contohnya adalah
          Onicus asellus (kutu perahu),dan Limnoria lignorum.
          Keduanya adalah pengerek kayu.
          Arthopoda
          Gambar 7. Kutu Perahu
        • Stomatopoda
          Contoh: Squilla empusa (udang belalang). Hidup di laut,
          bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang
          mencolok. Belakang kepala mempunyai karapaks. Kepala
          dilengkapi dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak,
          mata dan antena.
        • Decapoda
          Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini
          mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang
          sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. Decapoda
          banyak digunakan sebagai sumber makanan yang kaya dengan
          protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan.
          Kepala - dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh
          karapaks. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki
          sehingga disebut juga hewan si kaki sepuluh. Hidup di air
          tawar, dan beberapa yang hidup di laut.

          Beberapa contoh Decapoda, yaitu:

          • Udang
            1. Penacus setiferus (udang windu), hidup di air payau, enak dimakan dan banyak dibudidayakan.
            2. Macrobrachium rasenbengi (udang galah), enak dimakan, hidup di air tawar dan payau.
            3. Cambarus virilis (udang air tawar)
            4. Panulirus versicolor (udang karang), hidup di air laut dan tidak memiliki kaki catut.
            5. Palaemon carcinus (udang sotong)
          • Ketam
            1. Portunus sexdentatus (kepiting)
            2. Neptunus peligicus (rajungan)/Pagurus sp.
            3. Parathelpusa maculata (yuyu)
            4. Scylla serrata (kepiting)
            5. Birgus latro (ketam kenari)

            Perhatikan gambar berikut ini!
            Arthopoda
            Gambar 8. Kelompok Malakostraca

    • Peran Crustacea bagi Kehidupan Manusia
      Jenis Crustacea yang menguntungkan manusia dalam beberapa hal,
      antara lain:

      1. Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang,
        lobster dan kepiting.
      2. Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi
        sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda
        dan Copepoda.

      Sedangkan beberapa Crustacea yang merugikan antara lain:

      1. Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda.
      2. Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia
        dan Copepoda.
      3. Merusak pematang sawah atau saluran irigasi misalnya ketam.
  2. Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba).
    Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak.
    Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.
    Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator. Tempat hidupnya adalah di
    darat. Arachnida meiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    • Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat
      dibedakan dengan jelas, kecuali Acarina.
    • Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa
      pasang mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpus.
    • Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.
    • Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal.
    • Alat pernafasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku.
    • Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian
      anterior abdomen, pembuahan internal (di dalam).
    • Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf
      ventral dengan pasangan-pasangan ganglia.
    • Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk mengisap
      serta memiliki kelenjar racun.
    • Habitat (tempat hidup) pada umumnya di darat, tetapi ada pula sebagai
      parasit.

    Arachnida dibagi menjadi tiga ordo yaitu:

    1. Scorpionida
      Contohnya:

      • Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp)
      • Ketonggeng (Buthus)

      Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi
      alat pembela diri.

    2. Arachnoida
      Contohnya adalah segala macam laba-laba, antara lain:

      • Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan)
      • Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)
      • Laba-laba penjerat (di Malaysia)
      • Laba-laba pemburu (di Meksiko)
      • Laba-laba srigala
      • Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles
        reclusa
      • Tarantula (Rhechostica hentz)

      Umumnya laba-laba mempunyai perut tidak beruas-ruas.
      Arthopoda
      Gambar 9. Beberapa contoh hewan Arachnoida

    3. Aracina
      Contohnya:

      • Caplak kudis (Sacroptes scabiei)
      • Caplak unggas (Dermanyssus)
      • Caplak sapi (Boophilus annulatus)
      • Tungau (Dermacentor sp.)

      Ciri khas yang terdapat pada tubuh hewan ini adalah tubuh tidak
      berbuku-buku, umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia.
      Arthopoda
      Gambar 10. Jenis-jenis caplak

    Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama
    serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak
    merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya:

    • Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia
    • Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba,
      kelinci, dan kuda.
    • Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing
      dan kucing.
  3. Kelas Myriapoda (golongan luwing).
    Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda
    dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu atau dua pasang kaki.
    Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut). Hewan ini
    banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang
    banyak mengandung sampah, misal kebun atau di bawah batu-batuan. Myriapoda
    memiliki ciri:

    • Tubuh bersegmen (beruas) tidak mempunyai dada jadi hanya kepala dan perut.
    • Pada setiap ruas perut terdapat satu pasang atau 2 pasang kaki.
    • Pada kepala terdapat 2 kelopak mata tunggal (ocellus), 1 pasang antena dan
      alat mulut.
    • Susunan saraf tangga tali.
    • Sistem pernafasan dengan trakea. Mempunyai spirakel yang terdapat pada
      setiap ruas tubuhnya untuk keluar masuknya udara.
    • Sistem peredaran darah terbuka.
    • Alat kelamin jantan dan betina terpisah, cara perkembangbiakan dengan cara
      bertelur.
    • Habitat di darat, misal di bawah batu, dalam tanah, humus, atau tempat
      lembab lainnya.

    Myriapoda dibagi menjadi dua ordo, yaitu:

    1. Kelas Chilopoda
      Ciri-ciri:

      • Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas
        (15-173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen)
        di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang
        kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi
        untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang
        yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan
        ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan
        binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.
      • Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai
        anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
      • Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan
        lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.
      • Habitat di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk.
        Kelas ini sering disebut Sentipede.

      Arthopoda
      Gambar 11. Contoh Chilapoda

    2. Kelas Diplopoda
      Ciri-ciri:

      • Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 - 100 segmen) terdiri
        atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan
        tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu, atau
        kedua, kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.
      • Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata
        tunggal.
      • Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan
        yang telah membusuk.
      • Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.
      • Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

      Arthopoda
      Gambar 12. Contoh Diplopoda, Julus Nomerensis (kaki seribu)

  4. Kelas Insecta (serangga).
    Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata
    heksa yang berarti 6 (enam) dan kata podos yang berarti kaki.
    Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari
    900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali
    variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya.
    Ciri-ciri Insecta, antara lain:

    • Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada, dan perut.
    • Kepala dengan:
      1. Satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan
        satu pasang antena sebagai alat peraba.
      2. Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap,
        menjilat, dan menggigit.
        Arthopoda
        Gambar 13. Berbagai tipe mulut serangga
    • Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang
      depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium)
    • Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax, mesothorax, dan
      metathorax. Pada setiap mesotoraks (mesothorax) dan metatoraks (metathorax)
      terdapat dua pasang sayap, tetapi ada pula yang tidak memiliki sayap.
    • Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya yakni:
      1. kaki untuk menggali (anjing tanah)
      2. kaki untuk meloncat (belalang)
      3. kaki untuk berenang (kumbang air)
      4. kaki untuk pengumpul serbuk sari
      5. kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
      6. kaki untuk memegang (belalang sembah)
    • Perut (abdomen) memiliki sebelas ruas atau beberapa ruas saja. Pada
      belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi
      untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran
      atau membran tympanum.
    • Alat pencernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung,
      usus, rektum, dan anus.
    • Sistem saraf tangga tali.
    • Sistem pernafasan dengan sistem trakhea.
    • Sistem peredaran darah terbuka.
    • Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.
    • Habitat di air tawar dan darat.
    • Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur
      sampai dewasa.

    Insecta berdasarkan metaformosisnya diklasifikasikan kedalam dua kelompok,
    yaitu,

    1. Hemimetabola
      Hemimetabola merupakan serangga yang mengalami metamorfosis tidak
      sempurna. Dalam daur hidupnya, serangga Hemimetabola mengalami tahapan
      perkembangan sebagai berikut:

      1. Telur
      2. Nimfa, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama
        dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian
        kulit.
      3. Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua
        organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.

      Arthopoda
      Gambar 14. Contoh Daur hidup serangga Hemimetabola pada belalang.

      Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain:

      • Achyptera atau Isoptera
        Ciri-ciri ordo Archyptera:

        • Metamorfosis tidak sempurna.
        • Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya. Kedua
          sayap tipis seperti jaringan.
        • Tipe mulut menggigit.

        Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)

        Arthopoda
        Gambar 15. Perkembangan telur rayap sampai dewasa

      • Orthoptera (serangga bersayap lurus)
        Ciri-ciri ordo Orthoptera:

        • Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal
          dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa
          selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu
          terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang
          lebih kuat dan besar.
        • Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai
          belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau
          mengusir saingannya.
        • Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat
          digunakan untuk meletakkan telur.
        • Tipe mulutnya menggigit.

        Contoh:

        • Belalang (Dissostura sp)
          Arthopoda
          Gambar 16. Belalang
        • Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum)
        • Belalang sembah (Stagmomantis sp)
        • Kecoak (Blatta orientalis)
        • Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
        • Jangkrik (Gryllus sp)
      • Odonata
        Ciri-ciri Ordo Odonata:

        • Mempunyai dua pasang sayap
        • Tipe mulut mengunyah
        • Metamorfosis tidak sempurna
        • Terdapat sepasang mata majemuk yang besar
        • Antenanya pendek
        • Larva hidup di air
        • Bersifat karnivora

        Contohnya adalah capung (Aeshna sp), dan capung besar
        (Epiophlebia)

      • Hemiptera
        Ciri-ciri Hemiptera:

        • Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang
          lagi seperti selaput.
        • Tipe mulut menusuk dan mengisap
        • Metamorfosis tidak sempurna.

        Contohnya yaitu, walang sangit (Leptocorixa acuta), kumbang
        coklat (Podops vermiculata), kutu busuk (Eimex
        lectularius
        ), kepinding air (Lethoverus sp)

        Arthopoda
        Gambar 17. Contoh hewan Hemiptera

      • Homoptera (bersayap sama)
        Ciri-ciri Homoptera:

        • Tipe mulut mengisap
        • Mempunyai dua pasang sayap
        • Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan.
        • Metamorfosis tidak sempurna.

        Contohnya:

        • Tonggeret (Dundubia manifera)
        • Wereng hijau (Nephotetix apicalis)
        • Wereng coklat (Nilapervata lugens)
        • Kutu kepala (Pediculushumanus capitis)
        • Kutu daun (Aphid sp)

        Arthopoda

        Gambar 18. Contoh hewan Homoptera

    2. Holometabola
      Holometabola adalah serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.
      Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah
      telur —> larva —> pupa —> imago. Larva adalah hewan muda yang
      bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada
      saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi
      penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase
      perkembangbiakan.

      Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini
      meliputi enam ordo, yaitu:

      1. Neuroptera
        Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang
        sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Contohnya undur-undur

      2. Lepidoptera (bersayap sisik)
        Ciri-ciri ordo Lepidoptera:

        • Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.
        • Metamorfosis sempurna
        • Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua,
          yaitu:

          1. Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari luar
          2. Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.
        • Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang
          dapat dijulurkan.

        Ordo Lepidoptera dibagi menjadi dua sub ordo:

        1. Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang)
          Contohnya:

          • Hama kelapa (Hidari irava)
          • Hama daun pisang (Erlonata thrax)
          • Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon)
          • Kupu sirama-rama (Attacus atlas)
        2. Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam)
          Sering juga disebut ngengat. Hidup aktif pada malam hari.
          Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot.
          Contohnya:

          • Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
          • Ulat jengkol (Plusia signata)
          • Kupu ulat sutra (Bombyx mori)

        Arthopoda

        Gambar 19. Hewan kelompok Lepidoptera

      3. Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang)
        Ciri-ciri ordo Diptera:

        • Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap
          belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut
          halter.
        • Mengalami metamorfosis sempurna.
        • Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan
          mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut
          probosis.

        Contohnya:

        • Lalat (Musca domestica)
        • Nyamuk biasa (Culex natigans)
        • Nyamuk Anopheles
        • Aedes (inang virus demam berdarah)

        arthopoda23.jpg
        Gambar 20. Macam-macam Diptera (a) lalat rumah;
        (b) lalt tze-tze; (c) nyamuk kecil; (d) nyamuk

        Untuk membedakan nyamuk Culex, Anopheles, dan
        Aedes perhatikan gambar berikut
        Arthopoda
        Gambar 21. Perbedaan posisi larva dan pupa nyamuk di dalam air serta
        posisi nyamuk dewasa dalam keadaan hinggap

      4. Coleoptera (bersayap perisai)
        Ciri-ciri ordo Coleoptera:

        • Mempunyai dua pasang sayap.
        • Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut
          dengan elitra, sayap belakang seperti selaput.
        • Mengalami metamorfosis sempurna.
        • Tipe mulut menggigit.

        Contoh:

        • Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk
          kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit, dan lain-lain.
        • Kumbang buas air (Dystisticus marginalis)
        • Kumbang beras (Calandra oryzae)

        Arthopoda

        Gambar 22. Hewan kelompok Coleoptera

      5. Siphonoptera (bangsa pinjal)
        Ciri-ciri ordo Siphonoptera:

        • Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna
          untuk meloncat.
        • Mempunyai mata tunggal.
        • Tipe mulut mengisap.
        • Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala - dada dan
          perut tidak jelas)
        • Metamorfosis sempurna

        Contoh:

        • Pinjal manusia (Pubex irritans)
        • Pinjal anjing (Ctenocephalus canis)
        • Pinjal kucing (Ctenocephalus felis)
        • Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada
          tikus dapat menularkan kuman pes/sampar.
      6. Hymenoptera (bersayap selaput)
        Ciri-ciri ordo Hymenoptera:

        • Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.
        • Tipe mulut menggigit.

        Contoh:

        • Lebah madu (Apis mellifera)

        Kumbang pengisap madu (Xylocopa),
        biasanya melubangi kayu pada bangunan rumah

  5. Peranan Insecta dalam Kehidupan Manusia
    Seperti halnya hewan-hewan invertebrata lainnya, insecta pun ada yang
    menguntungkan dan ada pula yang merugikan, diantaranya adalah:

    • Insecta yang menguntungkan
      • Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah
        sangat membantu para petani karena dapat membantu proses
        penyerbukan pada bunga.
      • Insecta dibudidayakan karena dapat menghasilkan
        madu. Misal: lebah madu (Apis mellifera).
      • Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat
        kepompong yang dapat menghasilkan sutra (contoh: Bombix mori).
      • Untuk dimakan, misal laron, gangsir, dan larva lebah
        (tempayak) yang dapat diperoleh secara musiman.
      • Merupakan mata rantai makanan yang amat penting bagi
        kehidupan.
    • Beberapa insecta yang merugikan antara lain
      • Menularkan beberapa macam bibit penyakit seperti kolera
        oleh tikus, dan disentri oleh lalat & kecoak.
      • Merusak tanaman budidaya manusia, misal: belalang, kumbang
        kelapa, ulat.
      • Menyebabkan penyakit pada tanaman, misal:
        Nilapervata lugens (wereng) menyebabkan penyakit virus
        tungro, belalang (walang sangit) yang mengisap cairan biji
        padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso.
      • Parasit pada manusia (mengisap darah), misal: nyamuk, kutu
        kepala, dan kutu busuk.
      • Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung kedelai) oleh
        berbagai Coleoptera, misal: kumbang beras.
      • Serangga banyak yang hidup parasit pada ternak maupun ikan.
      • Dapat merusak bahan bangunan, misal: kumbang kayu dan rayap.

Untuk dapat memahami klasifikasi Arthropoda secara menyeluruh,
perhatikan bagan berikut ini:
Arthopoda

Perbedaan
dari masing-masing kelas akan dijelaskan berikut ini. Perhatikan tabel berikut:

Ciri Kelas
Crustacea Arachnida Myriapoda Insecta
Tubuh
  • Mempunyai rangka yang keras
  • Terdiri atas dua bagian yaitu kepala-dada dan perut
Terdiri atas 2 bagian yaitu kepala-dada dan perut
  • Chilopoda: kepala dan badan gepeng (dorso ventra)
  • Diplopoda: kepala dan badan silindris
Terdiri atas kepala, dada dan abdomen (perut)
Kaki 1 pasang pada setiap segmen tubuh 4 pasang pada kepala-dada 1 pasang atau 2 pasang pada setiap ruas 3 pasang pada dada atau tidak ada
Sayap Tidak ada Tidak ada Tidak ada 2 pasang atau tidak ada
Antena 2 pasang Tidak ada
  • Chilopoda: 1 pasang dan panjang
  • Diplopoda: 1 pasang dan pendek
1 pasang
Organ Pernafasan Insang atau seluruh permukaan tubuh Paru-paru buku Trakea Trakea
Tempat hidup Air tawar, air laut Darat Darat Darat
Contoh Arthopoda

Instalasi Windows XP

Instalasi Windows XP


Untuk menginstal windows xp, setidaknya komputer kita harus memiliki spesifikasi minimum:

  1. Prosesor Intel Pentium III 700 MHz atau lebih tinggi
  2. RAM: 64 MB atau lebih tinggi
  3. Hard Disk: 1,5 GB atau lebih tinggi

Oke langsung saja. Pertama masukkan CD Windows XP kedalam CD-Drive, kemudian atur agar BIOS melakukan booting awal dari CD.

Instalasi Windows XP

Setelah berhasil booting dari CD Installer Windows XP, maka akan muncul jendela Setup Windows XP, beberapa saat kemudian akan muncul jendela baru. Pada jendela ini ada tiga pilihan:

  • Untuk mengisntall Windows XP kedalam komputer tekan [Enter]
  • Untuk memperbaiki Windows XP yang sudak terinstal sebelumnya tekan [R]
  • Untuk keluar dari Windows Setup tekan [F3]

Karena kita akan menginstal Windows, maka tekanlah [Enter]

Instalasi Windows XP

Setelah itu akan muncul jendela Windows XP Licensing Agreement, pada jendela ini tekan saja [F8]

Instalasi Windows XP

Kemudian akan muncul jendela dimana kita harus memilih partisi dimana partisi tersebut akan digunakan untuk menginstall Windows XP. Pilih misalnya ‘C: Partition1 [New (RAW)]‘, kemudian tekan [Enter]

Instalasi Windows XP

Pada jendela selanjutnya, pilih saja Format the partition with NTFS filesystem (Quick), kemudian tekan [Enter]

Instalasi Windows XP

Kemudian Setup akan memformat partisi hardisk Anda, setelah itu setup akan menyalin file-file installer kedalam harddisk

Instalasi Windows XP
Instalasi Windows XP

Jika proses penyalinan selesai, dalam 15 detik komputer akan me-restart

Instalasi Windows XP

Setelah restart, proses penginstalan dimulai

Instalasi Windows XP

Beberapa saat kemudian akan muncul kotak dialog dimana pada kotak dialog ini Anda dapat mengatur pengaturan Regional and Language Option. Aturlah sesuai keinginan Anda, lalu klik OK, lalu Next >

Instalasi Windows XP
Instalasi Windows XP
Instalasi Windows XP

Pada kotak dialog ini masukkan nama Anda dan nama organisasi Anda (opsional) lalu klik Next >

Instalasi Windows XP

Masukan nomor seri Windows XP Anda lalu klik Next >

Instalasi Windows XP

Masukkan nama komputer dan password administrator,kemudian klik Next ->

Instalasi Windows XP

Atur jam dan zona waktu sesuai dengan tempat tinggal Anda, kemudian klik Next ->

Tunggu sampai instalasi selesai…

Instalasi Windows XP

Setelah beberapa lama, akan muncul kotak dialog ‘Display Setting’, pada kotak dialog ini klik saja OK, lalu pada kotak dialog selanjutnya klik Yes

Instalasi Windows XP
Instalasi Windows XP
Instalasi Windows XP

Kemudian akan muncul jendela baru dimana ini adalah tahap terakhir dalam penginstalan Windows XP, pada tahapan ini gunakan ’syndrom Next-Next Yes Agree’, dan isilah pada kotak-kotak isian yang disediakan

Instalasi Windows XP
Instalasi Windows XP
Instalasi Windows XP
Instalasi Windows XP

Dan selesailah penginstalan Windows XP….

Instalasi Windows XP
Instalasi Windows XP

Bila sudah, lakukanlah penginstalan terhadap driver-driver yang belum terinstall oleh Windows XP (biasanya VGA card, Sound Card, LAN Card, dll). Kemudian ucapkan Alhamdulillahi robbil’alamin

Rahasia Sholat Subuh

Manfaat Shalat Subuh

Rahasia Sholat Subuh


Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan
subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat Subuh. Bagi mereka yang beriman
segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah
masing-masing atau ke masjid terdekat dengan berjalan kaki.

Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Allah SWT memerintahkan kita bangun pagi dan shalat
subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan
membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas
sedikit mengenai manfaat shalat subuh, instruksi Allah SWT sejak 1400 tahun yang lalu.

Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan
kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya.
Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah “ash
shalatu khairun minan naum”
.

Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita
mencoba sedikit saja menghayati kalimat “ash shalatu khairun minan naum”? Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita
semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain.

Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena
menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat
bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat itu? Apa supaya waktu banyak
untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu
dulu kan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu
tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati

Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat
karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular. Pada studi MILIS, GISSI 2, dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya
sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan
jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa
demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana
terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina: yang) dan penurunan tegangan
saraf parasimpatis (yin). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita
siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat, dan
sebagainya.

Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah,
denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah
ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga
kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.

Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara
diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek
meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan
meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain pada sel
trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur.

Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian atau ritme
sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Allah SWT kepada manusia. Kenapa begitu dan
apa keuntungannya Allah SWT yang berkuasa menerangkannya saat ini.

Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat “ash shalatu khairun minan
naum”
? Shalat subuh lebih baik dari tidur?

Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky
yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri
sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya.

Pembuluh darah normal, yang tidak dibuang sel-sel pelapisnya, dinding bagian
dalamnya akan melebar bila ditetesi asetilkolin.
Namun pada pembuluh darah yang sel pelapisnya dibuang, jika ditetesi dengan asetilkolin tidak melebar.
Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran.

Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui
zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu
mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi
ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO (Nitrik Oksida). Ketiga peneliti itu, Furchgott, Ignarro, serta Murad mendapat hadiah nobel pada tahun 1998.

Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat pun selalu diproduksi, namun
produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan nifedipin dan nitrat, tetapi selain dengan kedua jenis obat diatas, juga dapat ditingkatkan dengan berolahraga.
Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi
sifat agregasi (sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah).

Jadi kalau kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan
memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Apalagi jika dipagi buta tersebut
kita melakukan tahajjud dan dilanjutkan dengan shalat shubuh berjamaah di mesjid, maka kadar NO dalam darah akan naik, dan hal itu merupakan suatu proteksi terhadap kardiovaskular.

Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan,
posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis).
Dengan ‘latihan’ semacam ini, tubuh akan memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin
di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus.

Demikianlah kekuasaan Allah SWT, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan,
siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO.

Sudah sejak awal Islam datang, Allah SWT menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah SWT tidak
secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia
belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu
ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasih-Nya pada hamba-Nya.
Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahuakbar

Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintah-Nya saja
akan tetapi memandangnya sebagai kebutuhan kita. Sehingga tidak merasa berat dan
terpaksa dalam menjalankannya.

Bikin Logo World Cup 2

Di section tutorial kali ini saya akan memperkenalkan cara membuat logo dengan menggunakan CorelDraw X3. Pada tutorial kali ini saya akan membuat logo Worl Cup 2006 di Jerman lalu. Berikut adalah caranya.

Logo Worl Cup 2006

  1. Pertama-tama buatlah bagian muka dengan cara buat lingkaran gunakan Ellipse Tool Pada Tool Box. Beri ketebalan border sebesar 0.8 cm. Lalu border diberi warna biru
  2. Kemudian buatlah bagian mulut, pertama buatlah 2 lingkaran seperti gambar berikut:

    Logo World Cup 2006

    Setelah dibentuk, klik lingkaran 2, sambil menekan [SHIFT] klik lingkaran 1. Lalu potonglah gambar dengan memilih menu [Arrange] –> [Shapping] –> [Trim] pada Menu Bar. Lalu klik gambar mulut tersebut, kemudian hilangkan border dengan cara Outline Tool –> No Line pada Tool Box. Kemudian beri warna biru dari Color Pallets. Lalu taruhlah objek mulut tadi agar bisa seperti ini:

    Logo World Cup 2006

  3. Untuk membuat mata, sisipkan simbol panah dengan cara [Text] –> [Insert Character] pada Menu Bar. Ganti font dengan Wingdings 1. Cari gambar panah lalu sisipkan dengan mengklik insert. Kemudian beri fill warna biru, dan atur layout agar seperti ini:
    Logo World Cup 2006
  4. Sekarang buatlah wajah yang kedua caranya: gandakan muka yang sudah dibuat tadi dengan menekan [CTRL]+[D]. Tebalah border ukuran Medium-Thick (16 Point Outline). Border beri warna hijau muda dengan cara Ouline Tool –> Outline Color Dialog pada Tool Box.
  5. Gandakan mulut yang sudah dibuat dengan [CTRL]+[D]. Dan beri warna hijau muda dengan memilih warna pada Color Pallets.
  6. Untuk membuat mata, buat 2 buah lingkaran yang disusun sebagai berikut:
    Logo World CUp 2006
    Kemudian, klik gambar lingkaran 1 dan sambil menekan [SHIFT] klik lingkaran 2. Lalu potonglah gambar dengan memilih [Arrange] –> [Shapping] –> [Trim] pada Menu Bar. Klik gambar mulut tersebut (seperti bulan sabit), kemudian hilangkan border dengan [Outline Tool] –> [No Line] pada Tool Box. Berikan fill mata tersebut hijau muda dari Color Pallets. Taruhlah mata pada lingaran untuk muka. Gandakan dengan [CTRL]+[D].
  7. Buatlah bagian rambut, gunakan gambar persegi panjang dengan menekan F6. Hilangkan border dengan [Outline Tool] –> [No Line] pada Tool Box. Atur posisi sehingga terbentuk gambar berikut:
    Logo
  8. Untuk membuat muka ke-3, gandakan muka yang sudah dibuat dengan menekan [CTRL]+[D]. Kecilkan ukuran. Tebalah border ukuran Medium (8 Point Outline). Border beri warna orange dengan cara [Ouline Tool] –> [Outline Color Dialog] pada Tool Box.
  9. Gandakan mulut yang sudah dibuat dengan [CTRL]+[D]. Beri warna orange pada Color Pallets.
  10. Untuk membuat rambut, gunakan [Bezier Tool] –> [Bezier Tool] pada Tool Box. Buat sebuah objek gambar seperti rumput. Setelah terbentuk beri warna orange dari Color Pallets. Taruh rambut di atas gambar wajah.
  11. Bualah lingkaran yang kecil untuk membuat mata. Beri warna orange Perbanyak dengan [CTRL]+[D], kemudian atur posisi mata sehingga terbentuk gambar berikut:
    logo
  12. Untuk membuat benderanya, gunakan Ellipse Tool pada Tool Box untuk membuat 4 buah lingkaran atur warnanya, yaitu: merah, hitam, kuning, dan putih. Ukurannya lingkaran putih > lingkaran kuning > lingkaran hitam > lingkaran merah dan besarnya pun beda tipis. Berikan lingkaran lagi yang digunakan sebagai pemotong. Gabungkan keempat warna tersebut dengan mendrag seluruh warna tersebut kemudian tekan [CTRL]+[G] Perhatikan gambar berikut:
    logo
    Kemudian hilangkan border lingkaran A. Potong bendera Jerman itu dengan lingkaran, caranya klik lingkaran A sambil menekan tombol [SHIFT] klik bendera –> [Arrange] –> [Shaping] –> [Trim] pada Menu Bar. Ambil hasil potongan.
  13. Potong ujung bendera itu dengan 2 buah persegi panjang seperti gambar berikut:
    Logo World Cup 2006
  14. Hilangkan border persegi panjang itu kemudian potong bendera itu dengan persegi panjang, dengan cara [Outline Tool] –> [No Outine] pada Tool Box. Bentuk akhirnya adalah sebagai berikut ini:
    Logo World Cup 2006
  15. Susun 3 buah lingkaran dan 1 buah elips seperti gambar:
    Logo World Cup 2006
  16. Atur ketebalan border lingkaran 4 adalah 0.2 cm, lingkaran 1,2 dan elipsnya berukuran 0.08 cm. Beri warna border tersebut dengan cara [Ouline Tool] –> [Outline Color Dialog] pada Tool Box. Lalu klik lingkaran 1 sambil menekan tombol [SHIFT] Klik lingkaran 4. Pilih pada Menu Bar, [Arrange] –> [Shaping] –> [Intersect]. Lakukan langkah yang sama pada lingkaran 2 dan 3. Ambil gambar yang sudah di intersect. Hasil gambarnya adalah sebagai berikut:
    Logo World Cup 2006
  17. Buatlah dua buah lingkaran dan susun seperti berikut:
    Logo World Cup 2006
  18. Dengan menggunakan Bezier Tool pada Tool Box buat objek seperti berikut:
    Logo World Cup 2006 dan Logo World Cup 2006
  19. Berikan border 0.8 cm pada objek 2. Simpan kedua objek tersebut dengan klik kanan –> [Order] –> [To Back]. Hilangkan border pada objek 1. Tempatkan kedua objek tersebut dibelakang, caranya klik objek 1/ objek 2 –> klik kanan –> Order –> To Back. Susun seperti gambar berikut:
    Logo World Cup 2006
  20. Tekan [F8] kemudian buat tulisan ‘FIFA World Cup 2006 Germany’
  21. Kemudian atur layout teks dan objek gamnbar sehingga diperoleh hasil seperti berikut:
    Logo World Cup 2006

Hikmah Larangan Bernafas Ketika Minum

Hikmah Larangan Bernafas Ketika Minum


Dari Tsumamah bin Abdullah, “Dahulu Anas bin Malik radhiyallahu ta’alaa anhu pernah bernafas di dalam bejana dua kali atau tiga kali, dan dia mengira Nabi sallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan hal itu (HR. Bukhari)

Dari Abu Qatadah dan bapaknya, Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang diantara kalian minum, maka janganlah ia bernafas di bejana (gelas), dan jika salah seorang dari kalian kencing maka janganlah ia memegang dzakar (kemaluannya) dengan tangan kanannya, jika membersihkan maka jangan membersihkan dengan tangan kanannya (HR. Bukhari)

Sebagian ulama mengatakan, “Larangan bernafas di dalam bejana ketika minum sama seperti larangan ketika makan dan minum, sebab hal itu bisa menyebabkan keluarnya ludah sehingga bisa mempengaruhi kebersihan air minum tersebut. Dan keadaan ini apabila dia makan dan minum dengan orang lain. Adapun bila ia makan sendirian atau bersama keluarganya atau dengan orang yang tidak terganggu dengan caramu tersebut, maka hal itu tidak mengapa.” Aku ( Imam Ibn Hajar Al-Asqalani) berkata, “Dan yang lebih bagus adalah memberlakukan larangan hadits Nabi tersebut, sebab larangan itu bukan untuk menghormati orang yang layak dihormati ataupun untuk mendapat penghargaan dari orang lain…. Berkata Imam Al-Qurthubi, “Makna larangan itu adalah agar bejana dan air tersebut tidak tercemar dengan air ludah atau pun bau yang tidak sedap”. Fat-hul Bari, 10/94.

Demikianlah penjelasan para ulama kita. Para pakar kontemporer pun telah berusaha mengorek hikmah atas larangan tersebut. Mereka mengatakan, “Ini adalah petunjuk yang indah yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dalam menyempurnakan akhlaq. Dan apabila makan atau minum kemudian terpercik ludah keluar dari mulut kita, maka hal itu merupakan kekurangnya sopan santun kita, dan sebab munculnya sikap meremehkan, atau penghinaan. Dan Rasulullah adalah adalah penghulunya seluruh orang-orang yang santun dan pemimpinnya seluruh para pendidik.

Bernafas adalah aktivitas menghirup dan mengeluarkan udara; menghirup udara yang bersih lagi penuh dengan oksigen ke dalam paru-paru sehingga tubuh bisa beraktivitas sebagaimana mestinya; dan menghembuskan nafas adalah udara keluar dari paru-paru yang penuh dengan gas karbon dan sedikit oksigen, serta sebagian sisa-sisa tubuh yang beterbangan di dalam tubuh dan keluar melalui kedua paru-paru dalam bentuk gas. Gas-gas ini dalam persentase yang besar ketika angin dihembuskan, padanya terdapat sejumlah penyakit, seperti pada toksin air kencing … Maka udara yang dihembuskan mengandung sisa-sisa tubuh yang berbentuk gas dengan sedikit oksigen. Dari hal ini kita mengetahui hikmah yang agung dari larangan Rasulullah; yaitu agar kita tidak bernafas ketika makan atau minum; akan tetapi yang dibenarkan adalah minum sebentar lalu diputus dengan bernafas di luar bejana, lalu minum kembali.

Rasulullah memberikan wejangan tentang awal yang bagus dalam perintahnya tentang memutus minum dengan bernafas sebentar-sebentar. Sebagimana sudah kita ketahui, bahwa seorang yang minum 1 gelas dalam satu kali minuman akan memaksa dirinya untuk menutup/menahan nafasnya hingga ia selesai minum. Yang demikian karena jalur yang dilalui oleh air dan makanan dan jalan yang dilalui oleh udara akan saling bertabrakan, sehingga tidak mungkin seseorang akan bisa makan atau minum sambil bernafas secara bersama-sama. Sehingga tidak bisa tidak, ia harus memutus salah satu dari keduanya. Dan ketika seseorang menutup/menahan nafasnya dalam waktu lama, maka udara di dalam paru-paru akan terblokir, maka ia akan menekan kedua dinding paru-paru, maka membesar dan berkuranglah kelenturannya setahap demi setahap. Dan gejala ini tidak akan terlihat dalam waktu yang singkat. Akan tetapi apabila seseorang membiasakan diri melakukan ini (minum dengan menghabiskan air dalam satu kali tenggakan) maka ia akan banyak sekali meminum air, seperti unta, dimana paru-parunya selalu terbuka…. Maka paru-paru akan menyempitkan nafasnya manakala ia sedikit minum air, maka kedua bibirnya kelu dan kaku, dan demikian juga dengan kukunya. Kemudian, kedua paru-parunya menekan jantung sehingga mengalami dis-fungsi jantung (gagal jantung), kemudian membalik ke hati, maka hati menjadi membesar (membengkak), kemudian sekujur tubuh akan menggembur. Dan Demikianlah keadaannya, sebab kedua paru-paru yang terbuka merupakan penyakit yang berbahaya, sampai para dokter pun menganggapnya lebih berbahaya daripada kanker tenggorokan.

Dan Nabi Sallallahu alaihi wassallam tidak menginginkan seorangpun dari ummatnya sampai menderita penyakit ini. Oleh karena itu, beliau menasihati ummatnya agar meminum air seteguk demi seteguk (antara dua tegukan dijeda dengan nafas), dan meminum air 1 gelas dengan 3 kali tegukan, sebab hal ini lebih memuaskan rasa dahaga dan lebih menyehatkan tubuh (Lihat Al-Haqa’iq Al-Thabiyyah fii Al-Islam, secara ringkas)


Sumber: Al-Arba’in Al-Ilmiah, Abdul Hamid Mahmud Thahmaaz